Sejumlah Alumni Universitas Al Azhar Mesir Dirikan Forum Dai dan Mubaligh

FOR-DAMAI mewadahi para aktivis dakwah alumni Al-Azhar Mesir.

Sejumlah Al-Alumni Al-Azhar dirikan FOR-DAMAI untuk dakwah.

Para alumni Universitas Al Azhar Mesir di Indonesia baru saja mendirikan Forum Dai & Mubaligh Azhari Indonesia (FOR-DAMAI) di Aula Al-Fahmu Institute Jakarta, Jumat (8/11/2024). Acara ini dihadiri oleh alumni dari kampus ternama tersebut yang turut bertukar pikiran tentang berbagai isu dakwah di tingkat nasional maupun global.

“Alhamdulillah, kemarin berkumpul para alumni Al-Azhar Cairo Mesir yang aktif dalam dakwah Islamiyah di Aula Al-Fahmu Institute Jakarta untuk berdiskusi intensif seputar problematika dakwah, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar salah satu alumni Al Azhar Kairo, Ustadz Fahmi Salim, kepada Republika.co.id, Sabtu (9/11/2024).

Dari silaturahim ini, kata Ustadz Fahmi, lahir inisiatif untuk mendirikan Forum Dai dan Muballigh Azhari Indonesia (FOR-DAMAI), sebuah wadah yang mewadahi para dai dan muballigh alumni Azhar. Forum ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang lebih efektif di antara para dai jebolan Al Azhar, agar pemberdayaan mereka bisa berjalan sistemik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Agar sinergi, kolaborasi, dan pemberdayaan dai alumni Azhar berjalan sistemik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambah Ustadz Fahmi.

Visi FOR-DAMAI, menurutnya, adalah menjadi wadah utama bagi dai dan muballigh lulusan Al-Azhar Mesir dalam menyebarkan dakwah Islam yang moderat, ilmiah, dan rahmatan lil β€˜alamin. FOR-DAMAI juga berperan aktif dalam membina umat menuju kehidupan yang berakhlak mulia dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

“Semoga Allah SWT meridhai dan membimbing hati dan pikiran para dai ke jalan yang diridhoi-Nya,” ujar pendiri Al-Fahmu Institute Jakarta tersebut.

Majelis Ta’sisi FOR-DAMAI diisi oleh sejumlah tokoh dan dai nasional, seperti Ustadz Habiburrahman El Shirazy, Ustadz Fahmi Salim, Ustadz Imam Al-Marghani, Ustadz Akmal Burhanuddin, Ustadz Aufan Na’im, Ustadz Agus Purwanto, Ustadz Ardhi Rosyadi, dan lainnya.

“Bersama kami di Majelis Ta’sisi, ikut bergabung Tuan Guru Prof Abdul Somad, Ustadz Ahmad Faris, dan Ustadz Muhammad Nuruddin,” jelas Ustadz Fahmi Salim.

Dengan didirikannya FOR-DAMAI, diharapkan dapat tercipta kolaborasi yang kuat di antara para dai dan muballigh Al-Azhar Indonesia, sehingga dapat memberi dampak positif bagi dakwah Islam yang lebih luas dan menyeluruh.

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *