The Ripple Effect, Cara Mudah Menggandakan Kebaikan
oleh UsBob
Pernahkah Anda tahu konsep The Ripple Effect? Konsep efek riak. Apabila dijatuhkan benda ke permukaan air lalu ia menimbulkan gelombang. Gelombang ini semakin membesar pada circle berikutnya. Semakin menjauh, semakin meluas. Meskipun awalnya simple sederhana, akhirnya viral.
Misal gerakan memberi makan yang disabdakan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam saat seseorang bertanya tentang Islam yang baik?
Beliau menjawab, “Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Konsep sederhana ini menjadi gerakan kebaikan di awal kota Madinah. Berbagi makan dan menebar salam. Hingga ia menjadi kebiasaan unik dan ajaib.
Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Salah seorang dari sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diberi hadiah kepala kambing, dia lalu berkata, “Sesungguhnya fulan dan keluarganya lebih membutuhkan ini daripada kita.” Ibnu Umar mengatakan, “Maka ia kirimkan hadiah tersebut kepada yang lain, dan secara terus menerus hadiah itu dikirimkan dari satu orang kepada yang lain hingga berputar sampai tujuh rumah, dan akhirnya kembali kepada orang yang pertama kali memberikan.” (Riwayat al Baihaqi dalam asy Syu’ab 3/259)
Tradisi berbuat baik kepada orang lain ini dalam Islam disebut dengan Itsar, mendahulukan orang lain.
Meski dalam kesederhanaan, mereka bisa memberikan makanan terenak kepada sahabat atau tetangganya bahkan sampai 7 rumah.
Hal yang paling menakjubkan adalah dalam kondisi genting nan darurat seperti berikut:
Dari Abdullah bin Mush’ab Az Zubaidi dan Hubaib bin Abi Tsabit, keduanya menceritakan, “Telah syahid pada perang Yarmuk al-Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr. Mereka ketika itu akan diberi minum, sedangkan mereka dalam keadaan kritis, namun semuanya saling menolak. Ketika salah satu dari mereka akan diberi minum dia berkata, “Berikan dahulu kepada si fulan”, demikian seterusnya sehingga semuanya meninggal dan mereka belum sempat meminum air itu. Dalam versi lain perawi menceritakan, “Ikrimah meminta air minum, kemudian ia melihat Suhail sedang memandangnya, maka Ikrimah berkata, “Berikan air itu kepadanya.” Dan ketika itu Suhail juga melihat al-Harits sedang melihatnya, maka iapun berkata, “Berikan air itu kepadanya (al Harits)”. Namun belum sampai air itu kepada al Harits, ternyata ketiganya telah meninggal tanpa sempat merasakan air tersebut (sedikitpun). (HR Ibnu Sa’ad dalam ath Thabaqat dan Ibnu Abdil Barr dalam at Tamhid).
Itulah efek kemuliaan sebuah amal agung. Meski diawali hal sederhana dari sabda Nabi untuk berbagi makanan, para sahabat benar-benar menghayatinya hingga pada level yang tidak masuk akal. Mereka rela berbagi makanan ataupun minuman meskipun mereka membutuhkan.
Pada poin ini, saya terinspirasi agar kita semua menjadi pelopor dan pejuang kebaikan. Meskipun sedikit, kecil atau sederhana. Mulailah melakukan kebaikan dan menjadi pelopornya. Sebab bila ada orang yang terinspirasi, maka mereka akan melakukannya. Selain mendapatkan pahala di sisi Allah, kebaikan itu akan terus viral hingga level yang tak bisa dibayangkan.
Semoga Allah ridha.
Wassalam,
UsBob


