Al-Azhar: Pilar Utama dalam Menjaga Moderasi Islam

Salah satu faktor utama yang menjadikan Islam sebagai agama terakhir dan penyempurna dari ajaran-ajaran langit adalah sifat moderat yang terkandung dalam ajarannya. Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Tayyib, menekankan pentingnya menyebarkan ajaran Islam yang moderat secara konsisten, tanpa henti. Pesan ini juga disampaikan oleh beliau kepada Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, yang turut mendukung upaya tersebut.

Menurut Grand Syaikh, perpecahan yang terjadi di beberapa negara muslim dalam dua dekade terakhir disebabkan oleh terkikisnya nilai-nilai moderasi Islam di kalangan mayoritas umat Islam. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai moderasi Islam di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.

Ekstremisme dan Terorisme: Dua Hal yang Tak Terpisahkan

Grand Syaikh Al-Azhar menambahkan bahwa ekstremisme dan terorisme adalah dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tindakan teror selalu bermula dari sikap ekstrem, yang sering kali mendorong seseorang untuk melakukan aksi teror. Islam yang moderat, menurut beliau, menolak segala bentuk ekstremisme, baik dari sisi kiri maupun kanan.

Dalam konteks negara, ajaran Islam setelah kewafatan Nabi Muhammad SAW tidak lagi mengenal konsep negara agama, di mana kekuasaan pemimpin dianggap sebagai perintah Tuhan yang tidak boleh dipertanyakan. Sebaliknya, Islam mengajarkan agar ajarannya menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan bernegara, yang mendorong terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera.

Menjaga Kehidupan dan Toleransi

Islam yang moderat juga mengajarkan pentingnya menjaga kehidupan manusia. Bahkan, dalam ajaran Islam, membunuh satu jiwa manusia tanpa alasan yang sah dianggap sebagai pembunuhan umat manusia secara keseluruhan. Sebagai contoh, ancaman bagi seseorang yang menyebabkan kematian seekor kucing akibat pengabaian, menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kehidupan.

Selain itu, Islam moderat mengajarkan toleransi antar umat manusia, meskipun terdapat perbedaan dalam hal keimanan. Toleransi ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW yang membenarkan sahabat-sahabatnya yang melaksanakan shalat asar di dua tempat berbeda, yaitu di perkampungan Bani Quraizhah dan dalam perjalanan menuju perkampungan tersebut.

Keberpihakan pada Keadilan

Ajaran Islam yang moderat juga menekankan keadilan yang tidak memandang agama atau suku. Kisah turunnya ayat 105 dalam Surah An-Nisa’ yang membela seorang Yahudi atas ketidakberpihakan dalam kasus pencurian, menggarisbawahi bahwa keadilan dalam Islam harus ditegakkan tanpa memandang latar belakang agama atau suku seseorang.

Harapan untuk Kunjungan Grand Syaikh ke Indonesia

Kunjungan yang direncanakan oleh Grand Syaikh Al-Azhar ke Indonesia pada 8-11 Juli 2024 diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Al-Azhar. Terutama, dalam upaya membumikan nilai-nilai moderasi Islam di Indonesia. Hanya dengan mewujudkan Islam moderat, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat menjaga dan melestarikan persatuan serta keharmonisan di antara sesama anak bangsa.

Oleh: Prof. Dr. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *