Audiensi dan Silaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid, Bahas Penguatan Peran Dai Azhari dalam Kehidupan Nasional

SIARAN PERS FORDAMAI

Audiensi dan Silaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid, Bahas Penguatan Peran Dai Azhari dalam Kehidupan Nasional

Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026 — Forum Dai dan Mubalig Azhari Indonesia (FORDAMAI) menggelar audiensi dan silaturahmi bersama Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. Hidayat Nur Wahid, pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 09.45–11.00 WIB, bertempat di Gedung Nusantara III, Lantai 9, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara FORDAMAI dan unsur pimpinan lembaga negara, sekaligus membuka ruang dialog mengenai kontribusi dai dan mubalig berlatar belakang pendidikan Al-Azhar dalam menjawab berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan pembangunan nasional.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh keterbukaan. Berbagai persoalan strategis dibicarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dakwah, kehidupan bermasyarakat, dan pembangunan bangsa.

Memperkenalkan FORDAMAI dan Misi Dakwah Kebangsaan

Pertemuan diawali oleh Sekretaris Jenderal FORDAMAI, Imam AlMarghany, yang memperkenalkan para pengurus dan anggota FORDAMAI yang hadir beserta jabatan dan peran masing-masing dalam organisasi. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal juga memaparkan profil, visi, misi, serta arah gerak FORDAMAI dalam mengembangkan dakwah Islam yang berlandaskan keilmuan, mengedepankan moderasi, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

FORDAMAI merupakan wadah kolaborasi para dai dan mubalig Azhari Indonesia yang berkomitmen mengembangkan dakwah dengan semangat ilmiah, wasathiyah, dan rahmah.

Nilai ilmiah menegaskan pentingnya landasan keilmuan yang kuat, mendalam, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menyampaikan ajaran Islam. Nilai wasathiyah mencerminkan komitmen terhadap Islam yang moderat, proporsional, serta menjunjung tinggi keseimbangan dan persatuan. Sementara itu, nilai rahmah menegaskan bahwa dakwah harus menghadirkan kasih sayang, kemaslahatan, dan manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas.

Dengan latar belakang pendidikan dan tradisi keilmuan Al-Azhar, FORDAMAI berupaya menghadirkan dakwah yang menyejukkan, memperkuat persatuan, menjaga harmoni kebangsaan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dai, pembinaan keilmuan, pelatihan, pengembangan jejaring, serta perluasan ruang pengabdian para dai dan mubalig dalam berbagai sektor kehidupan.

Ketua Umum FORDAMAI, Ustadz Fahmi Salim, turut mengikuti pertemuan melalui sambungan video call.

Dialog Terbuka Membahas Isu Keumatan dan Kebangsaan

Setelah pemaparan mengenai FORDAMAI, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog terbuka bersama Dr. Hidayat Nur Wahid. Para peserta memperoleh kesempatan untuk berbicara, menyampaikan pandangan, mengajukan pertanyaan, dan menanggapi berbagai persoalan yang dibahas. Dialog berlangsung secara interaktif dalam suasana santai, sehingga setiap peserta dapat menyampaikan pemikiran dan aspirasinya secara langsung.

Sejumlah topik strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya dinamika pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, peran dai FORDAMAI di tingkat nasional, penguatan perekonomian umat, pemberdayaan perempuan, serta peran kementerian yang menangani urusan perempuan dan perlindungan anak.

Diskusi juga menyinggung persoalan penyesuaian dan pemangkasan anggaran di sejumlah sektor, termasuk relevansinya terhadap pelaksanaan program pelayanan masyarakat, pemberdayaan umat, dan pembangunan nasional.

Berbagai pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa peran dai tidak terbatas pada penyampaian pesan keagamaan di mimbar. Dai juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memahami dinamika masyarakat, membangun kesadaran publik, memperkuat ketahanan keluarga, mendorong kemandirian ekonomi, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Dialog ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif keagamaan dengan berbagai tantangan aktual yang dihadapi masyarakat, sehingga dakwah dapat terus berkembang secara relevan, solutif, dan membawa manfaat nyata.

FORDAMAI Dorong Pemberdayaan Dai di Tingkat Nasional

Salah satu hal penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah harapan agar para dai dan mubalig yang tergabung dalam FORDAMAI memperoleh ruang pengabdian dan pemberdayaan yang lebih luas di tingkat nasional.

FORDAMAI memandang bahwa para dai Azhari memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui dakwah, pendidikan, pembinaan masyarakat, penguatan moderasi beragama, pemberdayaan umat, serta keterlibatan dalam berbagai program strategis yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Kapasitas keilmuan yang ditopang tradisi akademik Al-Azhar, disertai semangat dakwah yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan, merupakan modal penting untuk menghadirkan pencerahan di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat antara para dai, lembaga keagamaan, institusi negara, serta berbagai elemen masyarakat. Dengan dukungan dan ruang pengabdian yang tepat, para dai diharapkan dapat berperan lebih luas dalam menyukseskan program-program yang berkaitan dengan pendidikan, pembinaan keluarga, penguatan ekonomi umat, kehidupan sosial, dan pengembangan wawasan kebangsaan.

FORDAMAI berharap para dai tidak hanya hadir dalam ruang-ruang pengajian, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam berbagai program pembinaan masyarakat dan kegiatan strategis yang membutuhkan kapasitas keilmuan, integritas, serta pendekatan dakwah yang moderat dan menyejukkan.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat peran dai sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Penyerahan Plakat dan Buku, Simbol Penguatan Silaturahmi

Menjelang akhir pertemuan, kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol penghormatan, persahabatan, dan harapan terjalinnya hubungan baik yang berkelanjutan antara FORDAMAI dan MPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan FORDAMAI menyerahkan plakat FORDAMAI, Buku Profil FORDAMAI, serta buku karya Ketua Umum FORDAMAI, Ustadz Fahmi Salim, kepada Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid.

Sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan silaturahmi tersebut, Dr. Hidayat Nur Wahid turut menyerahkan plakat MPR RI kepada FORDAMAI.

Pertukaran cendera mata ini menjadi simbol saling menghargai sekaligus harapan agar komunikasi dan sinergi antara FORDAMAI dan lembaga negara dapat terus terjalin serta berkembang dalam berbagai bentuk kolaborasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.

Memperkuat Sinergi Dakwah dan Kebangsaan

Audiensi dan silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar FORDAMAI untuk memperluas jejaring komunikasi, membangun kolaborasi, serta memperkuat kontribusi para dai Azhari Indonesia dalam kehidupan nasional.

Bagi FORDAMAI, dakwah dan kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan. Dakwah yang berlandaskan ilmu, mengedepankan sikap moderat, dan menghadirkan rahmat dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan bermasyarakat, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera.

Melalui pertemuan ini, FORDAMAI berharap terbangun komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga negara, agar potensi para dai dan mubalig Azhari dapat semakin dioptimalkan untuk kepentingan umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

FORDAMAI berkomitmen untuk terus mengembangkan dakwah yang ilmiah, wasathiyah, dan rahmah, sekaligus mengambil peran aktif dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.

FORDAMAI — Ilmiah, Wasathiyah, Rahmah.

—

Peserta Audiensi dari FORDAMAI

Pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur pengurus dan anggota FORDAMAI sebagai berikut:

1. Ustadz Fahmi Salim — Ketua Umum FORDAMAI, mengikuti melalui video call.
2. Elly Warty — Pembina FORDAMAI.
3. Imam AlMarghany — Sekretaris Jenderal FORDAMAI.
4. Roni Fajar Vergina — Ketua FORDAMAI DKI Jakarta.
5. Mohd Sodik Ahmad — Ketua FORDAMAI Jawa Barat.
6. Deden Zaenal Muttaqin — Ketua Bidang Ekonomi FORDAMAI.
7. Nida Kamilah — Koordinator Dai Perempuan.
8. Ardhi Rosyadi — Koordinator Dai Laki-laki.
9. Syahid Joban — Perwakilan Anggota Dai.
10. Rochmat Jazuli — Anggota Dai FORDAMAI.

Kontak Media:

Sekretariat Forum Dai dan Mubalig Azhari Indonesia (FORDAMAI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *