SIARAN PERS
Audiensi FORDAMAI dengan Wakil Menteri Haji: Memperkuat Sinergi Dakwah dan Peningkatan Layanan Umat
Jakarta – Forum Dai & Mubalig Azhari Indonesia (FORDAMAI) melaksanakan audiensi dengan Wakil Menteri Haji dalam rangka memperkuat sinergi antara peran dakwah dan program strategis Kementerian Haji, khususnya dalam peningkatan pemahaman serta kualitas pelayanan ibadah haji bagi masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Sejumlah isu strategis dibahas secara komprehensif, antara lain:
1. Penguatan Kolaborasi Dai dan Program Kementerian Haji
FORDAMAI menyampaikan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung program Kementerian Haji, khususnya melalui edukasi, pembinaan, dan pendampingan jamaah agar memiliki kesiapan keilmuan dan spiritual yang memadai.
2. Penyembelihan DAM Haji
Dalam pembahasan terkait penyembelihan DAM haji, disampaikan bahwa pelaksanaannya diserahkan kepada pilihan jamaah, baik dilakukan di Tanah Suci maupun di Indonesia, sesuai dengan pemahaman fiqih masing-masing. Kementerian Haji memberikan ruang fleksibilitas, dengan tetap menekankan pentingnya bimbingan dai dalam memberikan pemahaman syariat yang tepat.
3. Antrian Haji dan Dinamika Akses Keberangkatan
Isu panjangnya antrian haji serta dinamika akses keberangkatan menjadi perhatian bersama. Kementerian Haji memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah diupayakan guna meningkatkan efisiensi sistem, serta mewujudkan tata kelola yang lebih adil dan transparan.
4. Pemahaman Istitho’ah
Ditekankan pentingnya pemahaman komprehensif mengenai istitho’ah sebagai syarat utama ibadah haji, mencakup aspek finansial, kesehatan, serta kesiapan mental dan spiritual, agar pelaksanaan ibadah berjalan secara optimal.
5. Peran Strategis Dai dalam Edukasi Umat
FORDAMAI menegaskan bahwa dai memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran umat, antara lain melalui:
Penyampaian bahwa ibadah haji merupakan kewajiban bagi yang telah memenuhi syarat kemampuan;
Penguatan pemahaman mengenai pentingnya keseimbangan antara pelaksanaan ibadah dan keberlangsungan kehidupan.
6. Penegasan Haji Bukan Komoditas
Forum ini menegaskan bahwa ibadah haji tidak dapat diposisikan sebagai komoditas. Praktik komersialisasi yang menyimpang dari prinsip syariat perlu dihindari, termasuk oleh para pemangku kepentingan. Para dai juga diimbau untuk menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
7. Afirmasi Peran Dai sebagai Petugas Haji
Kementerian Haji menyampaikan akan memberikan jatah kepada dai FORDAMAI yang dedikatif untuk dapat berkontribusi sebagai petugas haji melalui mekanisme seleksi. Hal ini mengingat para dai memiliki keunggulan dalam penguasaan bahasa Arab serta pemahaman keilmuan syar’i yang relevan dengan kebutuhan pelayanan jamaah.
8. Peluang Rekrutmen ASN Kementerian Haji
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji sebanyak sekitar 1000 personel yang memiliki kompetensi di bidang bahasa Arab dan fikih haji. Hal ini menjadi peluang besar bagi para alumni Al-Azhar, khususnya yang tergabung dalam FORDAMAI, untuk berkontribusi secara langsung dalam penguatan layanan haji secara profesional dan berbasis keilmuan.
9. Pertukaran Publikasi dan Profil Lembaga
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Sekretaris Jenderal FORDAMAI menyerahkan buku profil organisasi dan data profil dai kepada Wakil Menteri Haji. Ketua Umum FORDAMAI turut menyampaikan sejumlah karya tulisnya. Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Menteri Haji juga memberikan buku karyanya kepada Ketua Umum FORDAMAI.
—
Harapan dan Penutup
Audiensi ini diakhiri dengan harapan agar sinergi antara FORDAMAI dan Kementerian Haji dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan demi kemaslahatan umat. Seluruh pihak juga memanjatkan doa agar setiap ikhtiar yang dilakukan memperoleh kemudahan dan keberkahan.
—
Tentang FORDAMAI
Forum Dai & Mubalig Azhari Indonesia (FORDAMAI) merupakan wadah bagi para dai alumni Al-Azhar yang berkomitmen dalam penguatan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, dengan berlandaskan nilai-nilai Islam yang moderat, berilmu, dan membawa rahmat bagi semesta.


