“Hati yang Mati di Tengah Kesibukan Duniawi”
Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 M/25 Rabiul Akhir 1447 H “Hati yang Mati di Tengah Kesibukan Duniawi” Disampaikan oleh H.
Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 M/25 Rabiul Akhir 1447 H “Hati yang Mati di Tengah Kesibukan Duniawi” Disampaikan oleh H.
Henry Kissinger pernah bilang—politik itu seni kemungkinan, bukan mimpi-mimpi. Realisme itu jalan terpendek buat bertahan di arena kekuasaan. Tapi Hamas
Palestina dan Rahasia Sumud yang Tak Terkalahkan Meski dibombardir, dilaparkan, dan diusir paksa, rakyat Palestina tetap bertahan di tanah suci
Oleh: K.H. Muhammad Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I. Kolumnis/Dosen STAI Yogyakarta/Pengasuh Pontren Latifah Mubarokiyah/Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) Yogyakarta ||
Oleh: H. Royhan Al-Mubarok, Lc. Dalam dinamika kehidupan umat Islam hari ini, istilah “moderasi beragama” bukan lagi sekadar jargon. Ia
Disampaikan: H. Akmal Burhanuddin, Lc., M.Sos KHUTBAH PERTAMA الحمد لله الذي أشرقت بنور نبيِّه ظلماتُ الجاهلية، وتكسّرت عند ميلاده أصنامُ
Oleh: KH. Fahmi Salim, Lc. M.A. Ketua Umum Forum Dai & Muballigh Azhari Indonesia – Direktur Baitul Maqdis Institute Rasulullah
Bila ada kata yang menyakiti atau sikap yang melukai hati dalam sebuah hidup bersama, maka ingatlah cinta Allah yang begitu
Cinta dan benci bisa datang silih berganti, dan masing-masing punya sebab yang membuatnya hadir dalam hati. Tentang ketidaksukaan kepada sesuatu,
Gegap gempita kemenangan Perang Badar membuat sebagian mereka yang tidak ikut berkata, “Kalau nanti ada perang berikutnya, kami benar-benar akan