Khutbah Jumat
Rintihan Doa Zakaria
Masjid Darul Qoror – Perumahan Pondok Kopi
Disampaikan oleh: H. Akmal Burhanuddin, Lc., M.Sos.
Khutbah Pertama
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ikhwatal Islam , Jemaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Khutbah jumat kita kali ini akan merenungi tentang Doa dan Harapan Nabi Zakaria عليه السلام yang Allah hamparkan dalam Surat Maryam.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Allah telah bercerita kepada kita semua tentang sebuah kisah dalam Al-Quran; kisah yang begitu lembut, halus, dan sarat dengan pelajaran tentang cinta, kesabaran, dan pengharapan kepada Allah. Kisah itu adalah kisah Nabi Zakaria عليه السلام yang direkam indah dalam Surat Maryam ayat 1–15.
Allah membuka kisah ini dengan kalimat penuh rahmat:
كهيعص ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا
“Kaf Ha Ya ‘Ain Shad. Inilah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakaria.” (Maryam: 1–2)
Kisah ini bukan hanya tentang seorang tua yang mendambakan anak,
tetapi tentang keyakinan yang tidak pernah padam, doa yang tak pernah putus,
dan cinta yang tidak pernah surut kepada Rabb yang Maha Mendengar.
Zakaria berdoa dengan suara yang lirih, penuh harap:
إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“Ketika ia menyeru Tuhannya dengan suara yang lembut.” (Maryam: 3)
Bayangkan, jamaah sekalian — seorang nabi yang rambutnya telah memutih, tulangnya telah melemah, istrinya di vonis mandul — namun tidak pernah berhenti berharap kepada Allah. Ia berbisik dengan lembut sambil berkata:
رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا
“Ya Tuhanku, tulangku telah lemah, rambutku telah memutih, namun aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Rabb.” (Maryam: 4)
Subḥānallāh… Maha Suci Allah…
Begintulah bahasa cinta seorang hamba kepada Tuhannya — lembut, rendah hati, dan penuh pengharapan.
Ia tidak menuntut, tapi memohon penuh harap. Ia tidak mengeluh, tapi menyerah pasrah di hadapan kasih sayang Tuhan.
Jemaah sekalian… ada pelajaran berharga dari doa Zakaria
Pertama, Doa adalah tanda kita masih percaya.
jika doa telah berhenti, berarti harapan itu ikut mati.
Kedua, Allah tidak pernah menolak doa,
Allah hanya menundanya agar kita semakin dekat dengan-Nya.
Ketiga, Yang penting bukan kapan dikabulkan doa,
tapi bagaimana hati tetap hidup membawa harapan.
Padahal jamaah sekalian,
Nabi Zakaria tidak berdoa hanya karena ingin keturunan semata. Beliau menginginkan keturunan, beliau berharap memperoleh anak yang dapat menjaga risalah dan kebenaran agar tidak hilang.
Beliau berkata lirih:
فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ
“Maka anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang akan mewarisiku dan mewarisi keluarga Ya‘qub.” (Maryam: 5–6)
Ma’asyiral Muslimin….
Rintihan yang tak pernah berhenti selama 70 tahun itu akhirnya dijawab oleh Allah:
يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى
“Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak bernama Yahya.” (Maryam: 7)
Begitulah rahmat Allah, jamaah sekalian.
Ketika manusia berhitung dengan logika, Allah menghitung dengan kuasa.
Ketika manusia berkata “tidak mungkin,” Allah justru mengatakan “Kun fayakūn — Maka jadilah!”
Penutup Khutbah Pertama
Maka wahai hamba-hamba Allah,
Jangan pernah berhenti berdoa. Jangan biarkan lelah mengeringkan air mata harapan.
Sungguh, setiap doa yang tulus akan berbuah pada waktunya — bisa jadi bukan dalam bentuk yang kita inginkan, tetapi selalu dalam bentuk yang kita butuhkan.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
——
Khutbah Kedua
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Kisah Nabi Zakaria bukan hanya nostalgia sejarah. Ia adalah cermin kehidupan kita hari ini.
Betapa banyak di antara kita yang sedang menunggu terkabulnya doa —
ada yang berdoa berharap tentang rezeki,
ada diantara kita yang selalu meminta kesehatan agar disembuhkan dari penyakit akut yang telah menahun lamanya,
ada diantara kita yang sedang meminta agar diberikan pasangan,
atau bahkan ada diantara kita yang memiliki pengalaman sama dengan nabiyullah Zakaria, mendambakan dan mengharapkan anak dan keturunan.
Oleh karena itu ikhwatal Islam, jika ada diantara kita memiliki harapan dan keinginan, maka ingatlah kisah zakaria yang tak pernah letih meminta hingga rambutnya memutih…
Allah tidak pernah lalai dan mengabaikan harapan hamba-Nya. Allah hanya sedang menyiapkan waktu yang paling indah untuk menjawabnya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.” (Ghafir: 60)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Tegakkanlah takwa dalam setiap urusan.
Doa yang dipanjatkan dari hati yang bertakwa akan menembus langit meski tanpa suara.
Dan jangan pernah berputus asa dari kasih Allah, karena orang yang beriman dan yakin kepada keputusan Allah tidak akan pernah berputus asa. Allah mengatakan dalam firman-Nya:
إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.” (Yusuf: 87)
________________________________________
Penutup
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وكفّر عنا سيئاتنا، وتوفّنا مع الأبرار.
اللهم اجعلنا من عبادك الذين إذا دعوك أجبت، وإذا سألوك أعطيت، وإذا استغفروك غفرت.
اللهم اشرح صدورنا، ويسّر أمورنا، وارزقنا يقينًا لا يخالطه شكّ، ورجاءً لا ينقطع.
اللهم ارزقنا أولادًا صالحين وذرية طيبة، واجعلهم من حملة كتابك، وخدام دينك.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
أقم الصلاة….


