Forum Dai dan Mubaligh Azhari Indonesia (FORDAMAI) kembali mengambil peran dalam syiar Iduladha 1447 Hijriah dengan adanya para dai dan khotib di berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, lebih dari 25 lokasi di sejumlah kota dan provinsi menjadi titik pelaksanaan khutbah Iduladha yang diisi oleh dai-dai FORDAMAI.
Mengusung tema “Bersama Menyatukan Umat dan Mengharmonikan Bangsa”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FORDAMAI dalam menghadirkan dakwah yang sejuk, moderat, dan membangun persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Para khotib dijadwalkan mengisi khutbah di berbagai masjid, lapangan, hingga pesantren, mulai dari Jakarta, Bekasi, Bogor, Surakarta, Yogyakarta, Aceh, Makassar, Manado, Papua, hingga Sumatera Utara. Kehadiran para dai tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai ukhuwah, toleransi, dan kebangsaan.
Beberapa nama dai yang turut bertugas antara lain Imam Almarghany di Jakarta Utara, Feri Firmansyah di Surakarta, Ariqul Jetson Marsa di Jayapura, Muhammad Imran di Manado, Ahmad Sahal di Makassar, hingga Darma Ami Fauzi Lc, MA, di Depok.
“Semoga setiap khutbah menjadi penyambung ilmu, penyejuk hati, dan penguat persatuan umat,” demikian pesan yang tercantum dalam publikasi kegiatan tersebut.
Dengan keterlibatan para dai dari berbagai daerah, FORDAMAI menunjukkan semangat kolaborasi dakwah yang inklusif dan berorientasi pada harmoni bangsa, sekaligus memperkuat peran ulama dan mubaligh dalam menjaga persatuan Indonesia.


